This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label STRATEGI BISNIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label STRATEGI BISNIS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juni 2013

Trik Mengelola Keuangan Usaha


Ada kalanya pebisnis mengeluh penghasilan dari usahanya selalu habis sebelum ditabung. Kalau pun ada yang bisa ditabung, jumlahnya hanya sedikit. Padahal, proyek yang ia terima cukup banyak. Seharusnya, usahanya bisa berjalan lancar dan hidupnya bisa senang meski sedang tidak ada order. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

Hal ini mungkin pernah dialami oleh sebagian orang yang mengawali dunia usaha. Apalagi, jika usaha tergolong jenis usaha keluarga. Pada awal usaha, saat mendapat proyek, uang selalu saja habis untuk menghidupi keluarga. Istilahnya, saat sudah senang, lupa segalanya. Lupa harus bayar listrik, telepon, internet, transportasi, dan sebagainya.

1. Tentukan porsi keuangan
Cara paling mudah untuk mengatur keuangan usaha adalah dengan menyepakati sejak awal berapa porsi uang yang akan digunakan sesuai lalu lintas uang yang dibutuhkan. Misalnya, berapa jumlah uang yang akan digunakan untuk membayar gaji, operasional perusahaan, serta berapa keuntungan yang akan digunakan mengembangkan usaha dan untuk ditabung.

Untuk langkah awal, Anda bisa mencoba membagi porsi 30:30:30:10. Porsi 30 persen untuk gaji, 30 persen lagi untuk operasional perusahaan, seperti sewa kantor, biaya listrik, telepon, fax, transportasi, dan lain sebagainya. Lalu 30 persen lainnya untuk mengembangkan usaha, dan sisa 10 persen untuk tabungan pribadi.

Jadi, misalnya pemasukan sebesar Rp 20 juta, Rp 6 juta (30 persen) langsung dipotong di awal untuk disishkan sebagai gaji, Rp 6 juta untuk biaya operasional, Rp 6 juta untuk biaya pengembangan usaha, dan Rp 2 juta untuk tabungan pribadi.

Pola pembagian dengan struktur jumlah persentase ini tidak mutlak. Anda boleh menentukan sendiri. Yang perlu diperhatikan adalah kedisiplinan dalam membagi berdasar nilai yang sudah disepakati di awal. Dengan cara ini, Anda akan lebih mudah mengatur keuangan usaha.

2. Pisahkan rekening pribadi dan usaha
Setelah porsi ditentukan, langkah berikutnya lakukan pencatatan keuangan usaha. Memang jika usaha masih kecil, kita cenderung sering menyamakan antara uang yang diterima dalam usaha dan uang untuk kepentingan pribadi. Bahkan kita biasanya menyimpan uang itu dalam satu nomor rekening.

Padahal, jika keuangan usaha dan keuangan pribadi digabung, Anda akan kesulitan dalam melakukan monitoring pendapatan atau pun pengeluaran yang telah dilakukan. Dengan melakukan pemisahan pencatatan antara keuangan usaha dengan keuangan pribadi, maka akan lebih mudah untuk membedakan antara arus dana dari usaha dengan penggunaan uang untuk kepentingan pribadi.

Di samping itu, pemisahan pencatatan juga dapat memberikan informasi lebih jelas tentang keadaan finansial dari usaha yang sedang dijalankan. Apalagi saat ini sejumlah bank sudah menyediakan produk layanan yang dapat mendukung pencatatan keuangan usaha Anda. 

3. Jangan mudah tergoda
Inilah poin yang utama sebagai bentuk usaha mendisiplinkan diri. Dan, memang kunci utama mengatur keuangan usaha adalah disiplin dalam mematuhi porsi persentase yang kita atur untuk keuangan usaha dan pribadi.

Godaan biasanya sering datang saat sedang banyak order. Barang-barang tadinya belum terlalu penting jadi seperti "minta dibeli". Ada kalanya, saat uang masuk dalam jumlah besar, tiba-tiba kita merasa butuh ini dan itu. Salah satunya, membeli baju dengan alasan agar terlihat lebih pantas saat bertemu klien.

Memang tidak ada salahnya memenuhi keinginan itu. Namun dengan catatan, Anda mesti bisa membedakan kebutuhan dan keinginan. Sebelum membeli sesuatu dengan alasan usaha, tanyakan dulu, apakah itu merupakan kebutuhan mendesak atau keinginan yang bisa ditunda. Nah, jawaban ini yang akan membantu Anda menentukan ke mana uang bisa digunakan.

Bila memungkinkan dan punya cukup dana, Anda bisa menggunakan software akuntansi untuk pencatatan keuangan usaha. Dengan software ini, pencatatan keuangan bisa dilakukan lebih profesional dan rapi. Dengan begitu, Anda juga tidak memiliki celah untuk seenaknya mengambil uang usaha untuk kebutuhan pribadi.

Kewirausahaan dan Lingkungan

Kewirausahaan dan lingkungan global

Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa gerak perubahan dari salah satu atau gabungan factor-faktor lingkungan diluar perusahaan, baik pada skala nasional, regional maupun  global. Kegiatan operasional perusahaan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kondisi dan perkembangan perekonomian global.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh wirausahawan Indonesia, baik yang bergerak dalam aktivitas local maupun global, adalah terjadinya berbagai perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi yang mencakup hal-hal sebagai berikut:
1.       Produk-produk baru yang dilempar ke pasar oleh pesaing.
2.       Perkembangan teknologi da informasi.
3.       Perkembangan teknologi barang substitusi.
4.       Berbagai penemuan baru.adaptasi teknologi yang siap pakai.
5.       Strategi perkembangan teknologi nasional.
6.       Adaptasi teknologi yang siap pakai.
7.        Biaya penelitian dan pengembangan oleh perusahaan pesaing atau perusahaan-  perusahaan dalam satu industry.
8.       Siklus hidup produk (product life cycle).
9.        Terobosan- terobosan yang dapat meningkatkan produktivitas yang lebih baik dibidang input, pengolahan dan pemasaran.
10.     Berbagai ramalan pengembangan teknologi di masa depan.

Kewirausahaan sebagai pemicu perekonomian Negara
Keunggulan wirausaha dalam mendukung perekonomian Negara yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, menciptakan teknologi, produk dan jasa baru, serta menciptakan perubahan dan kompetisi.
Dalam upaya memicu pertunbuhan ekonomi sekaligus mempengaruhi kehidupan social ekonomi masyarakat, wirausahawan melakukan berbagai kegiatan sebagai berikut:
1.       Menciptakan lapangan pekerjaan.
2.       Meningkatkan kualitas hidup.
3.       Meningkatkan pemerataan pendapatan.
4.       Memanfaatkan dan memobilisasi sumber daya untuk meningkatkan produktivitas nasional.
5.       Meningkatkan penerimaan pemerintah melalui pajak.

Kebersamaan, etika, dan tanggung jawab social kewirausahaan
Kebersamaan merupakan keselarasan hubungan dan komunikasi yang baik antara pengusaha dengan pihak internal dan eksternal organisasi dengan prinsip saling menguntungkan.
Etika merupakan cara penyampaian ungkapan-ungkapan yang menyangkut perilaku, perbuatan, dan sikap manusia terhadap peristiwa-peristiwa yang dianggap penting dalam hidupnya.
Tanggung jawab social merupakan kewajiban perusahaan untuk merumuskan kebijakan, mengambil keputusan, dan melaksanakan tindakan yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
·     Kejujuran dan kedermawanan
Kunci utama keberhasilan usaha adalah kejujuran dan kedermawanan.
·     Kebersamaan dan etika bisnis
Manfaat kebersamaan yaitu kegiatan usaha akan mendapatkan dukungan dan keterlibatan dari berbagai pihak.
·     Asas etika bisnis yang sehat
Etika bisnis yang baik dan sehat mencerminkan kualitas dan citra serta hubungan yang sehat dengan pihak eksternal.
·     Tanggung jawab social kewirausahaan
Dengan menerapkan tanggung jawab social maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan jangka panjang.

Merancang Strategi Pemasaran

Pemasaran

Pemasaran tidak hanya mengenai penjualan, iklan atau promosi saja. Pemasaran merupakan suatu proses yang utuh tentang kemampuan menawarkan barang atau jasa yang tepat, dengan harga, waktu, dan lokasi yang tepat.




Untuk mendapatkan hasil pemasaran yang sesuai, maka secara umum dapat dilakukan proses pamasaran sebagai berikut:
a.   Pengenalan pasar: pemasar mengetahui potensi pembeli dan mengetahui akan  kebutuhannya.
b.   Strategi pasar: strategi yang akan diterapkan dalam memasarkan barang atau jasa agar dapat diterima oleh pasar.
c.    Bauran pemasaran: alat yang akan digunakan dalam menjalankan strategi yang telah dipilih dan usaha lain dalam penyampaian nilai sehingga sesuai dengan keinginan pembeli yang akan dituju.
d.   Evaluasi pemasaran: dilakukan untuk melihat keberhasilan usaha pemasaran yang telah dilakukan.
Pengenalan pasar
Pengenalan pasar adalah upaya untuk mengetahui jumlah, karakteristik, dan sifat sebuah pasar. Berikut adalah beberapa teknik yang akan membantu anda dalam melakukan pengenalan pasar:
1.       Mengelompokkan pasar, hal terpenting dalam memasarkan barang atau jasa adalah mengetahui siapa pembeli dan apa yang mereka butuhkan.
2.       Masa peredaran barang atau jasa, semua barang atau jasa memiliki siklus hidupnya masing-masing, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahan kematangan, dan tahap penurunan.
3.       Analisis SWOT, dapat dilakukan untuk mengetahui posisi usaha yang dijalankan dan posisi usaha pesaing.
Menentukan strategi pemasaran
Strategi pemasaran adalah suatu cara yang digunakan untuk membantu kita membuat dan menjual barang dan jasa yang sesuai dengan kondisi perusahaan dan pasar target atau selera konsumen yang dituju.
1.       Menembus pasar, untuk menjangkau sasaran pembeli yang belum tercapai.
2.      Mengembangkan pasar, apabila sasaran pembeli lama sudah jenuh sehingga perlu mencari sasaran pembeli baru dengan tetap menawarkan barang atau jasa yang lama.
3.      Mengembangkan produk, mencakup perubahan barang atau jasa dengan tetap   menggunakan cara produksi yang lama.
4.      Melakukan diversifikasi, dilakukan dengan cara mengembangkan produk baru yang masih berkaitan dengan produk lama.
5.      Menerapkan biaya murah,didasarkan pada biaya input yang rendah.
6.      Memfokuskan pada pasar, dengan memberikan pelayanan khusus kepada pembeli yang dapat membedakan dengan pelayanan yang diberikan para pesaing.
7.      Melakukan diferensiasi, berkonsentrasi pada penciptaan barang dan jasa baru yang sangat berbeda.
Menentukan alat pemasaran
Alat pemasaran atau bauran pemasaran yang dimaksud bukan hanya sekedar yang kita kenal dengan 4P yaitu product (produk), price (harga), place (lokasi), dan promotion (promosi), namun ditambah dengan distribusi, pelayanan, dan kekuasaan (power).
1.    Hal yang diperlukan dalam menghasilkan produk
a.   Paduan produk: jenis-jenis barang atau jasa yang harus ada dalam satu produk yang dijual.
b.   Penampilan produk: tidak hanya meliputi kondisi fisik, melainkan simbolnya.
c.    Pendukung produk: berupa pemberian kesan yang mendalam terhadap produk yang dijual.
2.    Hal yang diperlukan dalam menyampaikan barang sampai ke pembeli (distribusi)
Pendistribusian barang dapat dilakukan langsung ke pembeli yang datang, barang yang diantar ke pembeli, atau menggunakan perantara (agen, pedagang besar, toko-toko atau supermarket dan system waralaba.)
3.    Hal yang diperlukan dalam memilih lokasi usaha yang tepat
Memilih lokasi hendaknya memperhatikan kemudahan dan kedekatan dengan pembeli.
4.    Hal yang diperlukan dalam menentukan harga yang tepat
Penentuan harga dillakukan dengan cara menetapkan harga psikologis, harga paket, harga gengsi, dan harga penuntun.
5.    Hal yang diperlukan dalam mencari bentuk promosi yang murah dan memilih iklan yang tepat. 
      Promosi yang dilakukan dapat berbentuk hubungan masyarakat, publisitas, promosi penjualan, hiasan toko, dan iklan.
6.   Hal yang diperlukan dalam penjualan produk
Semua usaha apapun dalam pemasaran harus ada penutupan (closing) yaitu dengan adanya penjualan.
7.    Pemanfaatan kekuasaan
Pemanfaatan kekuasaan melalui pendekatan dengan orang-orang yang menentukan kebijakan.
Lebih dari semuanya adalah bagaimana menyampaikan keseluruhan nilai pada konsumen.
Menyusun Rencana Pemasaran
  1. Gambaran usaha yang sedang atau akan anda jalankan
  2. Memosisikan produk
  3. Menetapkan visi dan misi
  4. Menentukan jangka waktu pemasaran dan tujuan pemasaran
  5. Melakukan analisis SWOT
  6. Memilih strategi yang tepat sesuai dengan analisis SWOT
  7. Menetapkan alat pemasaran
  8. Membuat bagan rencana pelaksanaan pemasaran
  9. Menentukan ukuran keberhasilan

Mengelola Keuangan Usaha

Mengelola Keuangan Usaha

Pada dasarnya, setiap usaha memerlukan modal. Modal usaha dapat berupa modal dana dan modal nondana berupa keahlian dan keterampilan. Berikut adalah bahasan teori mengenai masalah dana tersebut :



1.         Mengetahui Modal Usaha
Pada prinsipnya, dalam menjalankan usaha terdapat tiga jenis modal yang diperlukan yaitu modal investasi awal, modal kerja, dan modal operasional.
a.         Modal Investasi Awal
Adalah modal yang diperlukan di awal usaha, biasanya dipakai untuk jangka panjang. Contoh : bangunana serta peralatan seperti komputer, kendaraan, perabotan kantor, dan barang-barang lain yang digunakan untuk jangka panjang.
b.         Modal Kerja
Adalah modal yang harus kita keluarkan untuk membeli atau membuat barang dan jasa yang kita hasilkan. Modal kerja bisa dikeluarkan setiap bulan, atau setiap datang permintaan.
c.         Modal Operasional
Modal yang harus kita keluarkan untuk biaya operasi bulanan dari usaha kita. Contoh : biaya untuk pembayaran gaji pegawai, telepon bulanan, listrik, air bahkan retribusi.

2.         Mengetahui Sumber Permodalan
a.         Modal Sendiri
Merupakan cara yang paling mudah, karena kebutuhan modal dibiayai sendiri. Sumber pembiayaan sendiri dapat diperoleh dari tabungan, dana cadangan atau mempergunakan aset yang tidak produktif.
b.         Pinjaman Bank
Apabila modal sendiri tidak mencukupi, maka kita dapat memenuhi kebutuhan modal dengan melakukan pinjaman atau mengajukan kredit pada bank. Pada dasrnya, ada tiga jenis kredit perbankan, yaitu :
·       Kredit Usaha : Yaitu kredit yang ditujukan untuk membiayai usaha yang produktif.
·       Kredit Konsumsi : Yaitu kredit yang digunakan untuk membeli sesuatu yang sifatnya konsumtif, misalnya untuk membeli rumah atau kendaraan pribadi.
·       Kredit Serbaguna : Yaitu kredit yang bisa digunakan untuk tujuan konsumsi ataupun usaha.
Berikut adalah beberapa persyaratan yang diminta bank dalam mengajukan kredit :
1)   Debitur perorangan
Debitur perorangan berasal dari berbagai macam latar belakang pekerjaan yaitu pengusaha, karyawan, professional.
2)   Debitur badan usaha / perusahaan.
Bagi debitur yang berbentuk badan usaha seperti CV, PT. firma dll
3)   Jaminan
Saat mengajukan kredit ke bank. biasanya kita akan diminta untuk menjamin salah satu asset yang kita miliki kepada bank. Sehingga apabila kita mampu mengembalikan pinjaman tersebut, bank akan menyita asset yang kita jaminkan tersebut sebagai ganti uang yang kita pinjam. tentunya nilai barang jaminan tersebut harus lebih besar atau minimal sama dengan nilai uang yang akan kita pinjam .
c.         Bank syariah
Prinsip bank syariah adalah bagi hasil dan tidak menetapkan bunga sebagaimana bank konvensional.
d.         Pegadaiaan
Melalui pegadaiaan, kita dapat meminjam sejumlah uang dengan mengandalkan asset berharga sebagai jaminan.

3.         Proses Pengolahan Keuangan
Setelah merencanakan usaha dan memperoleh modal untuk usaha, maka selanjutnya adalah mengelolah keuangan selama proses  usaha berjalan .
a.       Kita harus memisahkan antara uang dan perusahaan dan uang pribadi. jangan pernah mencampurkan antara uang perusahaan dan uang pribadi.
b.      Pastikan system pencatatan yang rapin dan teratur sesuai dengan kaidah akuntansi walaupun akuntansi sederhana.
c.       Manajemen kas untuk mengoptimalkan asset dan memanfaatkan setiap nilai uang untuk manambah keuntungan .
d.      Evaluasi terkait realisasi produksi dan penerimaan, biaya dan persediaan, jumlah piutang dan utang dan kondisi kas.

4.         Pelaporan Keuangan
Laporan keuangan yang umumnya dibuat adalah neraca dan laporan labarugi. neraca dan laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan ynag sementara dari sebuah usaha. asset lancer adalah asset yang mudah diuangkan dalam waktu cepat, seperti uang kas, piutang dan persediaan. Asset tetap adalah asset yang diperoleh untuk pemakaiaan jangka panjang. Kewajiban terdiri atas kewajiban jangka pendek, yaitu utangutang yang harus dibayar dalam jangka pendek atau satu tahun. Kewajiban jangka panjang adalah kewajiban yang jatuh tempo lebih dari satu tahun.
Laporan laba rugi menggambarkan keadaan usaha dalam waktu tertentu, dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan yang sekaligus dapat menunjukan laba bersih perusahaan baik berupa keuntungan maupun kerugian .
1.   Menentukan penjualan bersih tahun depan berdasarkan informasi laba bersih dan margin laba bersih.
Penjualan bersih = laba bersih/margin laba bersih
Margin laba bersih = laba bersih/ penjualan bersih
2.   Rasio liquiditas ,merupakan rasio yang menunjukan apakah usaha kita dapat menutupi kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo.
Rasio Likuiditas = Aset lancar/kewajiban jangka pendek
3.   Rasio penjualan bersih atas asset total , merupakan rasio yang menunukan kemampuan perusahaan untuk manghasilkan penjualan yang terkait asset yang dimilikinya
Rasio Perputaran Aset Total (RPAT) = Penjualan Bersih /aset bersih
4.   Rasio laba bersih atas modal . rasio ini menunjukan tingkat pengembalian keuntungan dari setiap modal yang ada diperusahaan .
Rasio laba Bersih = laba bersih/modal














































Perencanaan dan Operasionalisasi Usaha

Perencanaan yang baik untuk sebuah usaha baru perlu dirumuskan, dan untuk itu, cobalah berpikir dengan SMART (specific, measurable, achievable, reasonable, trackable), yang dapat diuraikan satu persatu sebagai berikut :
  1. Specific, mengandung arti bahwa perencanaan yang dibuat tidak akan bermakna  ganda, sehingga pencapaian tujuan akan lebih terarah karena dalam perencanaan tersebut lebih terfokus dan sangat jelas mengenai apa yang diinginkan.
  2. Measurable, perencanaan yang dibuat harus dapat terukur, sehingga kita akan tahu kapan perencanaan tersebut telah tercapai.
  3. Achievable, bahwa perencanaa yang telah dibuat tersebut harus dapat dicapai, janganterlalu jauh memikirkan hal-hal yang besar, kita harus memecahnya menjadi lebih kecil. Bila tidak, pikiran bawah sadar kita akan menolak karena merasa tidak mungkin mencapai tujuan yang telah direncanakan tersebut.
  4. Reasonable, dimana perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan factual dan realistis. Artinya, apa yang dirumuskan sangat masuk akal dan rasional. Jika tidak, pikiran alam bawah sadar kita akan menolaknya.
  5. Trackable atau Timely, setiap perencanaan yang telah dibuat dalam pencapaian tujuan usaha, harus dapat dilacak untuk mengetahui setiap kemajuan

Penentuan lokasi dan fasilitas pendukung (Layout)
     Lokasi sangat menentukan keberhasilan suatu usaha, tanpa mempertimbangkan dengan baik dalam menentukan lokasi, maka akan berakibat pada sepinya pengunjung atau tidak dapatnya perusahaan melakukan perluasan. Beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi, yaitu :
1.       Dekat dengan pasar atau pelanggan
2.       Dekat dengan sarana transportasi
3.       Pasokan tenaga kerja terjamin kesediaannya
4.       Listrik, air, dan sarana prasarana lainnya
5.       Dekat dengan lembaga keuangan
6.       Dekat dengan kawasan industry pendukung
7.       Dekat dengan pusat pemerintahan
8.       Lokasi dapat dikembangkan
9.       Pertimbangan soisal budaya masyarakat lingkungannya
10.   Hukum yang berlaku dilingkungan tersebut
11.   Dekat dengan pelabuhan, bandara, stasiun, dan terminal
12.   Besarnya nilai investasi untuk lokasi
13.   Nilai ekonomis masa datang dari lokasi

      14.   Iklim dan tekstur tanah serta pertimbangan lainnya

Pengorganisasian dan pengelolaan sumber daya manusia
     Yang menjalankan usah adalah manusia, semua factor produksi berupa tanah, mesin, dan bangunan tidak akan berarti tanpa adanya manusia. Oleh sebab itu, unsure manusia menjadi paling penting untuk diperhatikan dalam pengelolaan usaha. Struktur organisasi diperlukan seiring dengan berkembangnya suatu usaha. Usaha yang menjadi besar membutuhkan semakin banyak bahan baku, proses produksi dan pemasaran. Struktur organisasi hendaknya dapat memberikan fasilitas bagi pengembangan dan tujuan jangka panjang dan sekaligus juga efisien dalam operasionalisasi tugas-tugas jangka pendek.
  • Analisis pekerjaan

Proses ini dilakukan untuk mempelajari dan mengumpulkan berbagai informasi yang berhubungan dengan suatu jabatan tertentu. Berbagai informasi tersebut akan menghasilkan uraian jabatan  dan spesifikasi jabatan.

  • Perencanaan sumber daya manusia

Perencanaan sumber daya manusia merupakan suatu kegiatan yang secara sistematis memperkirakan kebutuhan jumlah dan kualitas sumber daya manusia dalam organisasi atau perusahaan. Perencanaan ini dilakukan dalam mengelola usaha karena :
  1. Untuk memenuhi kebutuhan karyawan baru akibat adanya pendirian cabang atau usaha baru.
  2. Adanya karyawan yang keluar karena pensiun, pemutusan pekerjaan dan hal lainnya.
  3. Pertimbangan-pertimbangan seperti relokasi, kerjasama usaha atau aliansi dan pengembangan usaha lainnya.

  • Pengadaan tenaga kerja

Kegiatan pengadaan tenaga kerja (procurement) adalah untuk memperoleh jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat. Kegiatan ini meliputi penarikan (recruitment), seleksi (selection), dan penempatan (placement). Proses penarikan karyawan dapat bersumber dari dalam dan dari luar organisasi, tergantung kepada kebutuhannya.

  • Pelatihan dan pengembangan

Pelatihan dan pengembangan diperlukan untuk meningkatkan keahlian karyawan. Seiring perkembangan teknologi dan berjalannya waktu, maka pengetahuan dan keterampilan perlu ditingkatkan agar proses produksi dapat mengikuti perkembangan terkini dan memuaskan konsumen.

  • Kompensasi

Kompensasi (compensation) merupakan hal yang penting dalam pengelolaan sumber daya manusia, jika saja karyawan tidak diberikan balas jasa yang sesuai atas tenaga dan jasa yang telah mereka berikan pada organisasi, maka organisasi akan kehilangan mereka,karena mungkin mereka tidak mau bekerja lagi dan bahkan mungkin pindah ke perusahaan pesaing, sehingga perusahaan bisa saja merugi dan kehilangan banyak waktu untuk mencari penggantinya.

  • Perencanaan karier

Perencanaan karier sebagai suatu system yang dapat memberikan kesempatan bagi karyawan untuk melalui dan mendapatkan jenjang jabatan selama diperusahaan. Hal ini pun, tidak akan berhasil jika tidak ada respon dari karyawan itu sendiri.

  • Keselamatan dan kesehatan kerja

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menunjuk kepada kondis fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan.

  • Pemutusan hubungan kerja

Pemutusan hubungan kerja merupaka putusnya hubungan antara karyawan dengan perusahaan.


Pendekatan Mutu terhadap Proses Operasionalisasi Wirausaha
     Wirausaha baru harus memperhatikan masalah mutu dalam proses produksi, pelayanan dan manajemen. Total Quality Management (TQM) yaitu adanya kemauan untuk melakukan perbaikan secara terus – menerus, melibatkan semua karyawan untuk mencapai kualitas yang ‘exellent’ melalui proses manajemen.

Kepemimpinan Wirausaha
     Wirausaha harus memiliki berbagai peranan, tugas dan tanggung jawab, tetapi tidak ada yanglebih penting daripada peranan pemimpin. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi dan memberikan semangat kepada orang lain. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam kepemimpinan wirausaha, antara lain:
  1. Pemimpin yang baik harus mampu memengaruhi orang lain dengan memberikan motivasi
  2. Pandai membangun system yang mendorong karyawan untuk mau bekerja keras demi tercapainya tujuan perusahaan
  3. Terus mengasah kemampuan kepemimpinannya agar mengelola dan mengembangkan bisnisnya
  4. Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan, sehingga para wirausaha mempunyai otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan kepada karyawan

Kamis, 06 Juni 2013

Mengenali Peluang dan Memilih Jenis Usaha

Banyak pengusaha yang mengawali usahanya dalam situasi yang serba sulit, kondisi yang tidak pasti, dan akhirnya frustasi atau bahkan hanya menunggu dan tidak melakukan apapun. Cara melihat peluang usaha di sekeliling kita adalah dengan analisis terhadap kelemahan, kekuatan, peluang dan ancaman (strengths, weakness, opportunities, and threats) atau yg lebih dikenal dengan analisis SWOT. Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT.
a.       Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku yang mudah didapat, mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan.
b.      Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertentu.
c.       Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan.
d.      Melihat ancaman terhadapa usaha-usaha yang beresiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur. Terlebih lagi jika pesaing-pesaing kita memiliki kemampuan yang lebih baik dari kita.
Banyak cara untuk melihat peluang yang terjadi di sekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan, misal:
a.       Mengenali kebutuhan pasar. Usaha berkembang karena ada permintaan, dan banyak bisnis kecil muncul karena ada kebutuhan pasar yang belum terpenuhi.
b.      Mengembangkan produk yang telah ada di pasaran. Ide dari peluang ini adalah bukan yang pertama tetapi menjadi yang terbaik.
c.       Memadukan bisnis-bisnis yang ada. Usaha ini merupakan usaha yang terintegrasi seperti usaha rumah kost yang dipadukan dengan usaha penatu dan catering.
d.      Mengenali kecenderungan (tren) yang terjadi. Produk yang berkembang karena didorong oleh perkembangan kemampuan teknologi maupun Karen a selera pelanggan yang berubah-ubah.
e.      Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
f.        Menggunakan asumsi-asumsi yang baru (tidak baku).
Beberapa langkah untuk mengenali dan memilih peluang bisnis yang tepat antara lain :
1.       Tentukan tujuan besar yang hendak dicapai
2.       Buat daftar ide usaha
3.       Nilai kemampuan pribadi
4.       Pilih criteria
5.       Membandingkan dan dapatkan saran dari pengusaha, konsultan, dan mentor
6.       Nilai keadaan bisnis saat ini dan masa mendatang melalui riset
7.       Tetapkan pilihan

Cara memulai bisnis
                Cara-cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk memulai bisnis (usaha), baik itu dilakukannya sendiri maupun bersama teman-teman , adalah sebagai berikut:
1.       Memulai bisnis baru
Merintis usaha baru atau bisnis baru yaitu membentuk dan mendirikan usaha dengan menggunakan modal, ide, organisasi, dan manajemen yang dirancang sendiri.
2.       Membeli bisnis yang sudah ada
Membeli bisnis yang sudah ada yaitu membeli perusahaan yang telah didirikan dan dikelola oleh orang lain dengan nama (goodwill) dan organisasi usaha yang sudah ada.
3.       Mengembangkan bisnis yang sudah ada
Mengembangkan bisnis yang sudah ada biasanya terjadi pada perusahaan keluarga.
4.       Memilih usaha franchise
Waralaba atau franchise adalah suatu bentuk usaha kerja sama antara perwaralaba (franchisor) dengan terwaralaba (franchisee) dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha.